![]() |
| Saat Kapolda Berkunjung Di Asrama Jayawijaya.. |
Selasa, 28 Juli 2015
05.55
Admin
Hukum
No comments
Manado-Suarapasema.blogspot.com- Mahasiswa Papua di sulawesi utara bertemu langsung dengan Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung, SH, meminta Keadian. Di asrama Mahasiswa Jayawijaya di Batu Kota. Menyampaikan Semua isi hati, pesan mahasiswa Papua dan mewakili Orang Tua Mahasiswa Papua di sulawesi Utara disampaikan, denagn harapan agar pelaku segera mengungkap bisa ditangkap untuk memberikan hukuman sesuai perbuatannya.
Seperti Yang disampaikan Oleh Menas W, Mewakili Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA). Imipa Merupakan Oragnisasi payung atau Besar dari semua Organisasi yang ada di sulawesi. Menyamaikan bahwa kami tidak akan melakukan tindakan apapun, Kecuali pada saat-saat kejadian itu kita ada sama-sama dan barang bukti yang kami pegang lalu lakukan sesuatu. Tetapi dari awal aparat duluan mengetahui sehingga sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian Negara Republik Indonesia Untuk Proses semuanya. Karena Negara Kita Ini Negara Hukum Jelasnya.
Tambahnya Menas, Bahwa kami sebenarnya Orang Korban tetapi kami menjadi pihak ketiga dan eempat, karena kami mendendapat Informasi perkara yang terjadi ini Menemukan, Mengantar sampai di Rumah Sakit sampai semua Sudah Tahu dulu baru kami tahu dari belangkang oleh Pihak kepolisian. Maka kami tak ada tindakan yang kami lakukan, Kecuali pada saat-saat yang terjadi itulah sehingga Kami Menerima Kenyataan yang Terjadi. Dan Kami sebagai Umat yang percaya kami bersyukur mungkin ini rencana yang Harus terjadi namun secara Manusiawi dan daging kita rasa kesal dan kecewa. Benar dan tidak katakan Penyidik Pertama Katakan bahwa pertama temukan dengan mobil avanza tetapi Silver yang lewat. Dan ternyata sulawesi utara yang pada umumnya sulawesi utara di Kota Damai dan semuanya kita semua basudara ternyata masih bisa di culik maka kita sangat Rasa kesal Ujar M.W Kepada Kapolda Sulut.
Kami sangat Rasa kesal tetapi apa boleh buat, kami tahu dan kami sadari bahwa pertama kami Orang Pendatang, Hidup di Negeri Orang, kami wajib dihargai kepada Tuan dimana mereka memberikan tangan yang terbuka untuk kami bisa menekuni Ilmu di Negeri ini.
kami sangat Berterima kasih pada umumnya kepada Masyarakat Sulawesi utara tetapi kami sangat mohon kepada masyarakat sulawesi utara dan Kapolda sulawesi utara bagimana caranya supaya kondisi ini kendalikan baik sesuai apa yang diharapkan.
Karena kami tidak inginkan antara kami dan masyarakat sulawesi utara secara keseluruhan dan Ibas yang bisa terjadi maka kami sebagai Mahasiswa tidak inginkan karena masyarakat sulawesi utara yang besar mereka hidup di Tanah di papua Baik Bupati, Wakil Bupati, Polri Anggota Dewan PNS, SKPD, Pengusaha, Melayani di Gereja dan Menjadi Masyarakat biasa.
Kami tahu Hal itu karena satu Orang membuat banyak Orang nyawa Menewaskan, Cara Manusia bisa membuat menjadi Propokator tetapi kembali kepada Firman bahwa Propokator adalah Menewaskan Banyak Orang maka itu kami tidak mau. Tetapi kami Juju, Jujur katakan bahwa selama sulawesi utara kami Orang Papua Kasus, Demi Kasus, Demi kasus yang terjadi itu tidak pernah terungkap. Bahkan kecelakaan, Bahkan Ketabrakan, Bahkan Strom dari Listrik, Bahkan Pembunuhan Tak Manusiawi, Bahkan Penikaman seperti ini tetapi tidak ada menyelesaian.
Maka Pertanyaanya Hukum di Negera ini hanya melindungi Orang lain dan sedang kami orang Papua tidak kah? Baru Keadilannya dimanasebenarnya, Kinerja pihak penyidik itu sejauh mana? Itu pertanyaan buat kami mahasiswa Papua Jelas M.
Teteapi terima kasih pa Kapolda baru pertama kali selama cukup lama saya disulawesi utara ini dari semester satu hingga semester akhir. Beberapa bulan yang lalu kami bertemu dengan Kapolda lama dan harapan kami bahwa kasus-kasus yang sudah di lewati kapolda yang lama tak terungkap tetapi kapoda yang Baru kinerja yang baru sehingga dapat dibuktikan untuk kasus ini bisa terungkap itu harapan kami.
Kami Ikatan Mahaiswa Indonesia Papua (IMIPA) Kami sangat prihatin melihat kasus yang terjadi. Harapan masyarakat papua pada umumnya dan pada khususnya kami mahaiswa Papua yang dianau Oleh Organisasi Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) Rasa Prihatin. Maka kami berharap kepada bapak kapolda sebagai Orang yang Beriman, bisa bekerja dengan hati dan dahulu dengan Tuhan itu tidak mustahil. Manusia boleh katakan mustahil tetapi Bagi Tuhan tak ada yang Mustahil.
Kata Kapolda sulut, Memenag Musibah ini tidak kami inginkan dan musibah yang bisa terjadi kepada siapa saja, Kami manusia bisa menolak tetapi ini takdir dan kita tidak tahu kapan Tuhan panggil ya. Tapi memang sebagai kewajiban penyidik polri punya kewajiban untuk mengungkap kasus ini sampai terungkap maka itu mahon dukungan doa dan Bantuan informasi, dan bisa dalam waktu yang tak terlalu lama terungkap ya. jelas Kapolda.
Tambah Kapolda siapa yang salah kita harus dihukum ya, karena negara kita ini negara Hukum dan tak ada kebal di negara ini, cuman kan ada Proses dan tidak bisa asal tangkap Ujar Kapolda.
Mewakili Orang Tua Mahasiswa Papua disampaikan Oleh Bapak Pdt. Filemon. W, Bahwa Baru pertama kami ini selama saya 35 tahun ada di manado satu-satu kapolda yang yang bisa turun langsung di rumah sakit dan di tempat duka serta di TKP.
Maka kami mohon kepada Bapak agar masalah ini pelakunya bisa terungkap dan diberikan Hukuman sesuai hukum yang berlaku di negara ini, karena beberapa kali kejadian pelaku belum ditangkap sampai sekarang, Kecuali binatang yang mati boleh kami biarkan begitu saja. Sebab kemarin apa lagi gubernur Papua dan Papua barat turun lalu seesaiakan masalah perdamaian saja sampai saat ini pelaku belum juga di tangkap. Ujarnya. (Suara Pasema).
Senin, 27 Juli 2015
08.55
Admin
Hukum, Mahasiswa
No comments
![]() |
| Kapolda Sulut Brigjen Pol. Wilmar Marpau, SH |
Manado- Pasca Terjadinya Penikaman Terhadap Mahasiswa Papua Nius Lokobal 24 Tahun yang sementara menuntut Ilmu Kota Studi di Manado Di Perguruan tinggi Universitas Pembangunan Indonesia Di Manado pada Semester VIII (Semester Delapan), telah ditemukan dibunuh oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Di jalan Perempatan Pulau Peleng Kleak. Lingkungan 4 Depan Gereja GMIM Musafir, Kelurahan Kleak, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara Indonesia, 26 Juli 2015, Pukul 02.00 Wita kemarin telah di Otupsi hari 27 Juli 2015.
Berhubung dengan ini kapolda sulawesi Utara Brigjen Pol. Wilmar Marpau, SH. Baru saja di dipilih Beberapa Bulan lalu telah melakukan Kunjungan langsung untuk melihat Jazat Korban Penikaman terhadap Nius Lokobal di RS. UD. Kandouw di Malalayang.
Persamaan Dengan Itu juga dihadri Oleh Kepala Kombes Dir Intel Sulut dan Kom Pol. Sinaga Kasat Reskrim Polresta Manado dan Kapolsek Malalayang.
Saat itu kapolda Sulut menyampaikan bahwa saudara Nius Lokobal Meninggal Karena Kriminal Murni, Tak ada Hubungannya dengan Politik dan Kasus Tolikara sambil senyum, Maka Memang Kami pihak kepolisian sedang berusaha mencari pelaku.
Kami juga butuh kerja sama dari teman-temanya, karena Kami lagi sedang coba cari pelaku, Mudah-mudahan pelakunya bisa terungkap dan Untuk menangani kasus dan juga informasi-Informasi Masalah ini saya berikan kepercayaan kepada Kasat Reserse Polresta Manado. Untuk menangani Informasi-informasi apa supaya pelaku bisa tertangkap ungkapnya.
Kapolda juga berajnji bahwa Polda Sulut akan siap membantu mengantar Jenazah Bawa Ke Bandara untuk diberangkatkan ke Wamena Papua.
Dan Kapolda juga akan Berkomunikasi dengan Pemerintah Sulawesi Utara Untuk Bagimana Cara bisa Memebantu Dipulangkan Jenazah Almarhum Nius Lokobal ini.
Kemudian Kepolda sesudah Berkunjung Ke Rumah sakit kemudian dilanjutkan ke Tempat Duka di Asrama Jayawijaya di batu untuk mendengar langsung Isi hati dari mahasiswa Papua Secara Langsung. Sesudah dengar langsung isi hati dan Pesan dari mahasiswa Papua dan Mewakili Orang Tua Maahsiswa Papua, Kemudian Kapolda dan Rombongannya dilajutkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Untuk melihat langsung tempat Kejadian Perkara penikaman terhadap Almarhum Nius Lokobal dan kemudian melakuan Doa Bersama dan Doa Tersebut di Pimpin langsung Oleh Kapolsek Malalayang agar Tuhan Buka Jalan Untuk menyelidiki masalah ini agar bisa terungkap. (Suara Pasema).
Minggu, 26 Juli 2015
09.49
Admin
Hukum, Mahasiswa
No comments
Manado-IMIPA- Mahasiswa Papua Nius Lokobal 24 Tahun yang sementara menuntut Ilmu Kota Studi di Manado Di Perguruan tinggi Universitas Pembangunan Indonesia Di Manado pada Semester VIII (Semester Delapan), telah ditemukan dibunuh oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Di jalan Perempatan Pulau Peleng Kleak. Lingkungan 4 Depan Gereja GMIM Musafir,Kelurahan Kleak, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara Indonesia, Pada tanggal 26 Juli 2015, Pukul 02.00 Wita
Korban Telah ditemukan Tak Bernyawa karena ditikam bagian Lambung sebelah Kanan, Pergerakan Mengena Bagian Hati, Kemudian di dahi Pukul dengan Bahan Besi (Martelu) sehingga dahinya hancur.
Kemudian menurut Teman yang tinggal di Segubuk HM menyampaikan Bahwa Ketika Korban Malamnya Sama-sama di Rumah Namun Ia Keluar dari Rumah di tengah malam 01 dengan Tujuan Membeli Barang di Kios.
Kemudian di TKP ini tidak ada lampu dan tempat tersebut Gelap, setelah ditemukan Oleh Aparat Kepolisian Pasukan Paniki Kemudian Menghubungi Ke Polsek Malalayang, Sehingga Kapolsek Malalayang Menurun Anggota Untuk segera ke TKP.
Berikut ketika Media Suarasuarapasema.blosgpot.com diwawancarai untuk meminta keterang an Kepolisian Oleh Kapolsek Malayang Manado" Komisaris Polisi, Jeferson Batewa, Bahwa Pada pagi tadi 26 Juli 2015, telah dilaporkan bahwa yang mana ada Korban di Jalan Pualau Peleng sehingga kami tiba di TKP, korban sudah dalam keadaan Para, sehingga kami bawah dengan mobil Patroli sampai di rumah sakit, korban tidak tertolong lagi karena Beliau ditikam oleh Mister X atau Orang tak dikenal (OTK), kena bagian Lambung sebelah Kanan, Pergerakan Mengenai Bagian Hati.
Kemudian akibat mengeluarkan darah yang banyak sehingga beliau meninggal, dan saat ini polisi sedang Berusaha melakukan pelacakan terhadap tersangkah ataupun pelaku yang telah melakukan penganiayaan itu.
Ketika ditemuka secara jujur korban ditemukan 2.30 dan Korban dalam Keadaan ditikam, Korban Keluar malam tersebut dengan Tujuan apa Kami Belum Diketahui, sehingga kami bisa ambil atau simpulkan bahwa apakah korban oleh orang yang lewat, cega lalu ditikam atau anak-anak Kompleks yang melakukan hal itu dan sementara dalam Penyelidikan aparat. Jelasnya.
Tambahnya, Karena memang ada saksi yang lewat di jalan yang sama tidak ada Orang kemudian setelah 3 Menit membeli lalu kembali dari Kios ada Melihat seorang lagi berdarah waktu itu, sehingga Saksi Mintah Tolong Kepada Masyarakat Kompleks di sekitar itu.
Saksi Mata Melihat bahwa ada sebuah kendaraan Mobil Avanza dan 1 Buah Motor Lewat Lalu dia balik 3 Menit ada Korban, Sehingga kami belum bisa pridiksi karena ada 1 Buah Mobil Sejenis Avanza Hitam dan juga 1 buah Motor lewat dan Untuk Plat Nomor Polisi Kami Tidak melihat karena Malam. Sehingga sementara pihak kepolisian lagi sedang mengejar ataupun dicari pelaku untuk menemukan pelaku penganiayaan kepada Nius Ujarnya.
Menurut Pihak Rumah sakit Malalyang Bahwa Korban yang bernama Nius Lokobal Dia Meninggal dalam Perjalanan Menuju Ke Rumah Sakit, Dan Sementara Ini kami lagi menunggu Keluarga Korban Untuk meminta persetujuan Di Otupsi Korban tetapi Pihak keluarga sudah disetujui Untuk Otupsi Namun Dokternya tidak masuk karena Hari Minggu sehingga Dokter Libur Maka Itu Hari senin akan di Otupsi Ujarnya.
Maka Atas Nama Keluarga Duka meminta Kepada Pihak Kepolisisan agar segera Mengungkap Pelaku Pembunuhan Saudara Nius Lokobal, Karena Kami dibunuh Bukan hanya 1 kali ini saja. Pembunuhan beberapa Waktu lalu juga Orang tak dikenal Maka kami Mohon Untuk segera Mengungkap Pelaku Pembunuhan Saudara Nius. Jelasnya.
Menurut saudara Pemernas W mengatakan bahwa: Kami rasa prihatin atas kejadian Pembunuhan saudara kami bernama NIUS LOKOBAL, karena kasus seperti ini bukan baru kali ini saja yang terjadi di Sulawes i Utara, tetapi beberapa kasus dari tahun ke tahun yang sudah lalui tidak perna menyelesaikan masalah secara tuntas oleh pihak berwajib, maka kami bermohon kepada Pemerintah Daerah Sulawesi Utara dan pihak berwajib sangat mengharapkan untuk mengungkapkan pelaku pembunuhan saudara kami. (IMIPA).
Menurut saudara Pemernas W mengatakan bahwa: Kami rasa prihatin atas kejadian Pembunuhan saudara kami bernama NIUS LOKOBAL, karena kasus seperti ini bukan baru kali ini saja yang terjadi di Sulawes i Utara, tetapi beberapa kasus dari tahun ke tahun yang sudah lalui tidak perna menyelesaikan masalah secara tuntas oleh pihak berwajib, maka kami bermohon kepada Pemerintah Daerah Sulawesi Utara dan pihak berwajib sangat mengharapkan untuk mengungkapkan pelaku pembunuhan saudara kami. (IMIPA).
Kamis, 30 April 2015
10.34
Admin
KNPB, Mahasiswa, Manado
No comments
| Intel Sedang Bertanya untuk Kegiatan 1 Mei 2015 Kepada Ketua KNPB Konsular Hiskia.. |
Manado, Suarapasema.blogspot.com -- Di Asrama Kamasan V Manado, 2 Orang Intel dari Satuan Polda Sulawesi Utara, Mereka Masuk dengan Tujuan apakah kegiatan 1 Mei 2015 akan Laksanakan atau tidak? Namun Kata Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah Hiskia, Walaupun Tidak Disinkan Lakukan Aksi Demo Damai Di Kantor Gubernur tetapi Kami akan tetapi Lakukan tetapi beda dalam Bentuk Kegiatan karena hanya di Rumah. Sebab Kami sudah Masukan Surat dengan Mengikuti Prosedur Namun tidak Menerima Kami dengan alasan tidak terdaftar di Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara dan Kesbangpol Papua, Sehingga Kami KNPB Konsulat Indonesia Tengah Pulang dengan Air Mata, Kenapa bisa memper Lakukan Kami Seperti ini, Ujar Hiskia. Hari Ini 30 April 2015, Jam 16.30 Wita dini Hari.
Hiskia Meage Juga Menambahkan, Minahasa sudah membesarkan kami, mendidik kami sehingga bisa bersuara untuk demi menyatakan keadilan dan kebenaran bagi kami Orang Papua, Tambahnya.
, Tujuan 2 Orang Intel masuk di Asrama Untuk tanyakan Kegiatan Besok, Memperingati Hari ANEKSASI WEST PAPUA, Namun Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah Hiskia Meage, Mengatakan Bahwa, Kami akan Tetap Laksanakan Dalam Bentuk Ibadah dan Juga Sosialisasi Hasil ULMWP, dengan Seluruh Undangan yang Kami Bagi Dari Arsama, Kontrakan, Dan Gubuk, dengan Jumlah Undangan Yang Kami Bagikan Yaitu 70 Surat Yang Kami Keluarkan, Maka Dengan Bentuk Gaya Kami akan Tetap Lakukan.
Dalam Rangka Memperingati Hari Aneksasi 1 Mei 1963 - 2015, Bangsa Papua Secara Paksa dan Ilegal Mengakui Bahwa Papua Masuk di NKRI. ujar Hiskia..
Berikut Foto-Foto dari Suara Pasema West Papua/Lokon
Senin, 27 April 2015
09.18
Admin
KNPB, Mahasiswa, Manado, Papua
No comments
![]() | |
|
Manado-Suarapasema.blogspot.com- Hari ini KNPB Konsulat Melakukan Surat Izin Pemberitahuan untuk Melakukan Aksi Damai Memperingati Hari Anesasi Bangsa Papua Barat pada 1 Mei 1963 - 2015, Agar Kapolda Sulawesi Utara Melalui DIR. Intelkam Sulawesi Utara Untuk Menerbitkan surat izin turun Aksi, Namun Kapolda Sulut Menolak dengan Alasan Organisasi KNPB Konsulat tidak terdaftar di KesbangPol Sulawesi Utara, Pada Hari senin ,27 April 2015 dini hari.
Sehingga KNPB Konsulat hanya Menyampaikan terima kasih kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Utara sebagai berikut:
TERIMAKASIH KAPOLDA SULAWESI UTARA
(Bapak. Brigjen Pol. Wilmar Marpaung)
Seluruh generasi baru baik Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat asal tanah Papua yang berada di bumi minahasa menyampaikan terimakasih yang tak terhingga melaui media rakyat, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Tengah.
Ucapan terimakasih ini di tunjukan kepada Yang Terhormat Bapak Brigjen Pol. Wilmar Marpaung selaku Kapolda Sulawesi Utara. seruan hati ini secara terbuka dapat disampaikan langsung oleh Frans Pekey selaku Koordinator aksi damai dan Hiskia Meage sebagai Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat, konsulat Indonesia Tengah. Hal ini di sampaikan setelah surat pemberitahuan ijin aksi damai di tolak dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, alasan penolakan aksi damai hanya masalah administrative yaitu karena organisasi KNPB belum terdaftar secara resmi di kesbangpol Sulawesi Utara. Itu sebabnya, tidak diberikan ijin untuk melaksanakan aksi damai secara terbuka di kota manguni.
Aksi damai ini bermaksud dalam rangka Memperingati Hari Aneksasi 01 Mei 1963-2015. Atas Pencaplokan Tanah, Air, Udara Dan Manusia Yang Mendiami Bumi Cendrawasih Secara Tidak Adil Dan Bermartabat Melalui Hukum Internasional. Pelaku kejahatan kemanusiaan, pelanggarakan hak-hak dasar bangsa pribumi Papua Barat, di selenggarakan oleh Pemerintah Indonesia di bawah tekanan dan moncong senjata oleh angkatan bersenjata republik Indonesia (ABRI) pada waktu itu, kejahatang di maksud di kenal dengan nama Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang penuh cacat hukum, setelah bersekongkol dengan Belanda dan Amerika serikat di bawah control organisasi UNESCO atau saat ini di sebut persatuan bangsa- bangsa (PBB) 01 Mei 1963.
Sebagaimana kita mengetahui bersama bahwa aksi damai dalam hal menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak segala bangsa termasuk hak –hak terhadap setiap warga Negara yang baik, sesuai dengan seruan Dalam pembukaan Undang-Undang dasar 1945 Alinea Pertama yang Berbunyi “Bahwa Sesunggunya Kemerdekaan Itu Ialah Hak Segala Bangsa Dan Oleh sebab itu tidak sesuai dengan peri Kemanusiaan dan Peri Keadilan”, yang di kumandangkan oleh pendiri dan pejuang bangsa Indonesia. Tetapi saat ini terasa aneh karena tampak real bahwa masih terdapat warga Negara yang tidak bisa menyampaikan pendapat, konsep, gagasan dan harapan rakyat secara terbuka khususnya melalui media - media local dan nasional di Negara Indonesia yang menganut paham demokrasi.
Walaupun harapan untuk menyampaikan jeritan rakyat Papua Barat kepada saudara saudarinya di tanah minahasa adalah merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak dan penting. Karena dengan harapan bahwa mereka (umat manusia) yang memiliki hati nurani untuk kiranya mendengar, membaca seruan selain melihat suara jeritan yang dapat di sampaikan melalui media rakyat. Tetapi sikap pemerintah Indonesia melalui pihak kepolisian daerah Sulawesi Utara, realitasnya menutup mata hati maka patut kami menghargai dan menghormati ketika kejahatan tidak di tindak sesuai nilai-nilai kemanusiaan yaitu keadilan, kebenaran dan kejujuran terhadap bangsa Papua Barat dan dunia lainya di indonesia.
Dan akhirnya kami pemuda papua tentu akan tetap berjuang untuk menyampaikan suara rakyat tertindas bersama warga kawanua di bumi minahasa. “hai kawanku manguni..? dengarkan kicauan suara cenderawasih dari balik gunung, lembah dan pesisir Papua memanggilmu untuk turut mengambil bagian dalam gerakan rakyat pribumi, bangsa papua barat. Allah kami Tuhan Semesta Alam akan membalas kebaikan dan doamu atas penderitaan bangsa Melanesia.
MENGETAHUI;
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSULAT INDONESIA TENGAH
Hiskia Meage
Ketua Umum.
Berikut Adalah Surat Pemberitahuan KNPB Konsulat Indonesia Tengah Kepada Kapolda Sulawesi Utara Melalui DIR. Intelkam Sulawesi Utara sebagai Berikuti..
M e d I a R a k y a t
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSULAT INDONESIA TENGAH
PERIHAL: PEMBERITAHUAN IJIN AKSI DAMAI
Kepada YTH:
KAPOLDA SULAWESI UTARA
(Cq. Dir, Intelkam Polda Sulut)
Dengan hormat.
Salam sejahtera dalam Nama Tuhan Yang Maha Esa, berhubungan dengan perihal di maksud di atas maka, kami Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia. Tentu akan melaksanakan aksi demonstrasi secara damai dalam rangka memperingati hari Aneksasi Bangsa Papua Barat ke- 55. Oleh karena itu, kami memberitahukan agar kiranya berkenan untuk memberikan ijin dan di mohon pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Adapun kegiatan aksi damai tersebut akan di laksanakan pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 01 Mei 2015
Pukul : 08.00 Wita - Selesai
Bentuk Kegiatan : Aksi Demonstrasi Damai, dengan Jumlah Massa 500 Jiwa
Titik kumpul : Star dari Bank BNI Unsrat Manado – Finis di Kantor Gubernur
Sulawesi Utara.
Tujuan Aksi : Ke- Kantor Gubernur Propinsi Sulawesi Utara
Alat dan peraga aksi damai sebagai berikut:
Ø Satu mobil pick up
Ø Empat kendaraan roda dua (Motor)
Ø Megafont 2 buah
Ø Pamphlet
Ø Baleho/Spanduk
Ø Pakaian Adat
Demikian surat pemberitahuan ini di buat untuk di ketahui dan dapat di pergunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerja sama yang baik tak lupa kami menyampaikan terimakasih.
HORMAT KAMI
Frans Pekey Hiskie Meage
Koord. Lapangan Penanggungjawab Aksi
Oleh : Y.T/P.L
| Hiskia Meage Ketua UMUM KNPB KONSULAT sedang Membaca Kembali Surat Pemberitahuan Yang Di Tolak |
Selasa, 14 April 2015
22.53
Admin
AMPTPI, Home, Mahasiswa
No comments
![]() |
| Restrukturisasi/ Penataan Kembali Pengurus AMPTPI Cab. Tomohon, Sulawesi Utara (Foto Suara Pasema/SP. West Papua) |
Tomohon- Suarapasema.Blogspot.com -- Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tegah Papua Indonesia (AMPTPI), Di Daerah Sulawesi Utara Cabang Tomohon Telah melaksanakan Restrukturisasi atau Penataan Kembali Kepengurusan Di Aulah Asrama Papua, Kamasan XIII Tomohon, Pada 14 April 2015, dari jam 17-19.00 Wita Selesai.
Dalam Kegiatan tersebut Jumlah 61 Orang Peserta dengan Tujuan untuk Restrukturisasi Atau Penataan Kembali. Restrukturisasi ini dilakukan karena akibat Pulangnya Beberapa pengurus Inti Setelah Menyelesasikan Studinya Di Kota Studi Tomohon, diantaranya dari Dewan Pengawas Organisasi Cabang, Dewan Pimpinan Cabang dari Ketua Umum, Sekertaris dan Bendahara.
Dan Pada Akhirnya kembali melakukan Pergantian dengan sistim pemilihan Mengusulkan Bakal calon dari Beberapa kabupaten yang hadir di Rapat dengan satu Kabupaten Cukup mengusulkan 1 Nama Bakal Calon.
Puji Tuhan, hasil dari pada itu sudah terpilihlah untuk melengkapi posisi pada mereka yang sudah pulang dengan nama-nama Pengurus Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tegah Papua Indonesia (AMPTPI), Di Daerah Sulawesi Utara Cabang Tomohon Inti Sebagai Berikut:
I. Dewan Pengawas Organisasi Cabang (DPOC) :
1. Panus Hesegem, SH,
2. Nila Kobak
II. Dewan Pemimpin Cabang :
A. Ketua Umum : Dausten Lohon
Wakil Ketua : Yotam Balingga
B. Sekertaris Umum : Daud Kossay
Wakil Sekertaris : Chris Tabo
Wakil Sekertaris : Chris Tabo
III. C. Bendahara Umum : Martinus Kossay
Wakil Bendahara : Ance Kossay
Mereka yang terpilih diatas inilah yang akan melanjutkan dan menjalankan Program Kerja Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) Cabang Kota Tomohon 2015-2016. Pengurus diatas ini semua berasal dari Beberapa Kabupaten yang ada di pegunungan tengah Papua.
Dalam Kesempatan itu Juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Tengah (DPW), Yanuarius Lagowan. Yan Juga Memberikan Penjelasan dan Arahan, dan juga Perjalanan AMPTPI, Sekaligus Kongres Nasional Ke-III, yang akan dilaksanakan Di Jakarta Pada Bulan Mei 2015 Mendatang.
Yanoarius Sebagai Ketua DPW Indonesia Tengah Juga Menambahkan, Organisasi AMPTPI ini dia Lebih Bergerak Kepada Pengkaderan, Perlindungan Orang Papua, Dan Hak Lindung, dan Kesatuan Persatuan Mahasiswa Pegunungan Tengah Yang ada di Kota studi Tomohon. Tuturnya.
Pada Kongres Nasional Pertama dilaksana di Timika Papua dan saat itu hanya di Ikuti Oleh 9 Kabupaten dan Kongres Kedua di Manado Sulawesi Utara Lalu Diikuti Lebih dari 9 Kabupaten karena sudah banyak Pemekaran baru, dan Kongres ketiga akan dilaksanakan di Jakarta Bulan Besok Di Jakarta Pada Bulan Mei 2015 Mendatang tutur Yanoarius Lagowan. Jelasnya.
AMPTPI Wilayah Indonesia tengah Sendiri Terdiri Dari Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Makassar, dan Ambon. Khusus Daerah Sulawesi Utara sendiri terdiri dari tiga Cabang Yaitu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Cabang, "Manado, Tomohon, Tondano". (SP West Papua/P. Lokon)
Berikut adalah Foto-Foto Saat Pertemuan..
Kamis, 05 Februari 2015
20.43
Admin
Papua
No comments

BREAKING NEWS - Perdana Menteri Papua Nugini panggilan untuk Papua Nugini, Untuk "berbicara tentang penindasan rakyat kita" di Papua Barat.
Pasal disini: http : //freewestpapua.org/go/1264Pidato di sini: www.radioaustralia.net au / ... / png-pm oneill-kata-it-i ... / 1412699
Sejarah hari ini dibuat karena untuk pertama kalinya, Perdana Menteri Papua Nugini berbicara menentang penindasan saudara-saudara PNG di Papua Barat.
Dengan pidato melanggar sangat kuat dan tanah, Mr O'Neill terus terang mengatakan kepada orang-orang berkumpul: ". Kadang-kadang kita lupa keluarga kita sendiri, saudara-saudara kita sendiri, terutama di Papua Barat"
Akan lebih ia kemudian berkata: "Sebagai sebuah negara, sudah saatnya bagi kita untuk berbicara tentang penindasan rakyat kita."
Dengan tepuk tangan dan sorak-sorai dari kabinet, Mr O'Neill mengutuk kekejaman terus HAM di Papua Barat yang terus dibagikan di media sosial.
Dia mengatakan: "Gambar kebrutalan orang-orang kita muncul setiap hari di media sosial dan belum kita ambil tidak ada pemberitahuan. Kami memiliki kewajiban moral untuk berbicara bagi mereka yang tidak diizinkan untuk berbicara. Kita harus menjadi mata bagi mereka yang ditutup matanya. Lagi Papua Nugini sebagai pemimpin daerah, kita harus memimpin dalam berdiskusi dewasa dengan teman-teman kita dan lebih dengan cara yang menarik. "
Ini adalah berita yang sangat menggembirakan bagi Papua Barat dan Kampanye Papua Merdeka Barat ingin memberikan terima kasih dan dorongan lebih lanjut untuk Perdana Menteri O'Neill untuk pidato yang sangat signifikan dan moralnya mendukung teriakan penderitaan orang Melanesia di Papua Barat.
Melalui Dukungan Perdana Menteri Papua Nugini ini Rakyat Papua Barat terus semangat perjuangan untuk kemerdekaan dan kebebasan Orang Papua dari tangan NKRI.
Sebagai Orang Papua Harus punya Kewajiban dan wajib untuk berjuang untuk kemerdekaan bagi bangsa melanesian, jangan putus asa dan terus berjuang sampai akhir kemerdekaan..
From: suara pasema
Jumat, 16 Januari 2015
09.53
Admin
Home, imipa sulut
No comments
Manado –IMIPA - Guna mempersiapkan terselanggaranya Musyawarah Umum Anggota Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) Sulawesi Utara, pada tanggal 19 April 2013 bertempat di Asrama Mahasiswa Jayapura, Badan
Pengurus Pusat (BPP) IMIPA melantik Panitia Kerja yang nantinya akan menyelenggarakan Musyawarah Umum Anggota. Panitia yang terdiri dari 5 (lima) pengurus inti dan diketuai oleh Yandiles D. Weya dengan Sekretaris Jhonny M. Wororik dilantik oleh Sekretaris Umum BPP IMIPA Elius Enembe. Acara pelantikan yang dimulai sejak pukul 14.00 Wita tersebut dihadiri oleh sekitar 400an mahasiswa Papua yang mewakili 49 asrama mahasiswa Papua yang tersebar di seluruh Sulawesi Utara.
Pengurus Pusat (BPP) IMIPA melantik Panitia Kerja yang nantinya akan menyelenggarakan Musyawarah Umum Anggota. Panitia yang terdiri dari 5 (lima) pengurus inti dan diketuai oleh Yandiles D. Weya dengan Sekretaris Jhonny M. Wororik dilantik oleh Sekretaris Umum BPP IMIPA Elius Enembe. Acara pelantikan yang dimulai sejak pukul 14.00 Wita tersebut dihadiri oleh sekitar 400an mahasiswa Papua yang mewakili 49 asrama mahasiswa Papua yang tersebar di seluruh Sulawesi Utara.
Ketua Panitia terpilih, Yandiles D. Weya kepada wartawan mengatakan bahwa panitia yang terbentuk dan telah dilantik akan bekerja keras dalam dua bulan kedepan demi mempersiapkan Musyawarah Umum Anggota IMIPA di Kota Manado.
“Kami mempunyai tugas utama untuk mempersiapkan Musyawarah Umum Anggota yang nantinya akan memilih pengurus BPP IMIPA yang baru, kemungkinan akan dilaksanakan pada dua bulan kedepan.” Tutur Yandiles.
IMIPA merupakan sebuah organisasi tingkat Mahasiswa Papua. Sepertimyang diketahui, Sulawesi Utara menjadi salah satu tujuan pendidikan penting bagi Mahasiswa-mahasiswa asal Papua. Tercatat ada ribuan
mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Sulut dengan total asrama sekitar 49 asrama Mahasiswa di Manado dan sekitarnya. (Tr-01)
mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Sulut dengan total asrama sekitar 49 asrama Mahasiswa di Manado dan sekitarnya. (Tr-01)
Beritamanado.com Update
Editor : Suara Pasema
Selasa, 30 Desember 2014
18.22
Admin
Papua
No comments
| Papua Pulau Kekerasan atau Pelanggaran Human Rights |
![]() |
| Anak SMP Yang Mendukung Papua Merdeka Foto: Amp Komite Kota Yogyakarta |
Suara Pasema -- Seorang anak SMP yang fotonya diatas yang tidak sebut namanya ini Sangat Mendukung Papua Lepas Dari NKRI Ucap Anak SMP asal Yogyakarta ini.
Kenapa Ade Kamu Mendukung Papua Harus Merdeka dan Lepas Dari NKRI?
Papua pantas untuk Merdeka, kata dia.
ketika ditanya alasannya, ” Papua punya sejarah sendiri; keberadaan Papua bersama indonesia tidak cocok dan selama ini aku sering dengar penindasan, jeritan dan tangisan rakyat Papua, jawabnya.
“Aku sepakat Papua Merdeka”, tekannya
apa yang Dikatakan ade diatas ini sangat Benar Karena Banyak terjadi Ketidak adilan, Pembunuhan, Pertikaan, dan Kekerasan Pelanggaran HAM.
![]() |
| Ini Kelakuan Aparat Kemanan Di Papua |
suara Pasema-- sekarang Akan Kupas Kenapa kejadian seperti ini tidak ditanggapi serius oleh NKRI? ya Pasntas saja dibiarkan begitu saja karena Papua Dijadikan Lahan Bisnis Oleh TNI dan POLRI, KOPASUS yang Menjadiakan Orang Papua adalah Lahan Bisnis Bagi Mereka.
ini di Papua banyak terjadi Penembakan dan Pembunuhan yang terjadi di Papua bukan dari OPM tetapi Itu adalah TNI, POLRI dan KOPASUS, ” ketika mereka tembak masyarakat atau melakukan suatu tindakan lalau mereka mengatakan OTK(Orang Tak DIkenal) atau OPM” itu adalah Tipu dan sangat tidak benar apa alasan mereka. Perlu ketahui bahwa itu adalah Permainan mereka untuk mendapatkan Bantuan dari pusat, karena dimana ada kejadian atau penembakan maka disitu ada Bantuan untuk pengamanan dari Pusat Sangat Besar yang turun.
Masalah inilah yang harus diperhatikan Oleh pusat, Orang Papua bukan Lahan Bisnis bagi TNI, POLRI, dan KOPASUS. Orang Papua adalah sama dengan Orang Indonesia, Ciptaan Tuhan yang sama, Punya Darah yang sama, Punya semuanya sama hanya membedahkan kita adalah Kulit dan Rambut.
Hargailah Orang Papua, Lindungilah Orang Papua, Jadikanlah Orang Papua Sebagai Saudaramu dan Ciptaan Tuhan Serupa dan anda NKRI sendiri. jangan lagi menjadikan Orang Papua sebagai Lahan Bisnis Bagi Keamanan di Papua.
Kenapa ada Perbedaan Antara TNI, POLRI dan KOPASUS yang bertugas Di Papua Berbeda dengan TNI, POLRI dan KOPASUS yang bertugas Di luar Papua?
Perbedaannya TNI, POLRI dan KOPASUS di luar Papua dari Ambon sampai Ke Sabang itu Tahu akan hukum dan undang-undang, sedangkan dipapua tidak berlaku itu Hukum dan Undang-undang.
Salah satu Contoh, ketika saya memiliki Motor, dan ketika saya dalam perjalanan menuju ke kampus suatu hari disitu ada sedang melakukan Pemeriksaan dan saya tahu kalau tidak bawa STNK saya dan lupa di rumah sehingga saya berusahan balik dari 50-100 Meter dan Polisi yang ada di Luar ini dia Lihat lalu biarkan karena Jaraknya sangat jauh dan tidak kejar, Tetapi Polisi yang di Papua mereka lihat ada balik berarti mereka Star Motor lalu kejar itu Mahasiswa atau Masyarakt yang balik ini, dia lari sampai Jauh dan masuk lorongpun mereka kejar-kejar sampai tahan dan tangkap sesudah itu mereka Pukul, sampai muka ataupun di badan tidak terbentuk..
Na inilah yang Dilakuakn Oleh Kemanan di Papua beda dengan Kemana di Luar Papua. Diluar Papua mereka Tahun Hukum dan aturan dan mengerti akan Hukum.
terjadi suatu kasus saja yang orang papua lakukan untuk hal yang benaar tetapi Kemanan yang bertugas di Papua diperlakukan orang papua itu salah dan kemanan papua tidak mengenal itu hukum atau tidak mereka hanya berpikir bahwa mereka adalah orang yang hebat dan mereka lebih dari semuanya..
Maka itu yang membuat Masyarakat Papua Marah, Kecewa, dan Sedih tidakan kemana Papua terhadap Orang Putera daerah Asli Papua. Lain Kalau Orang bukan non papua yang bikin pasti diselesaikan dengan baik.
Apakah Orang Papua itu Jahat?
Sejujurnya tidak Jahat, dan tidak pemabuk,tetapi Orang papua adalah orang yang baik-baik, Ramah, Rendah Hati, Punya Hal Kasih tinggi, lebih tinggi kekerabatan dan kekeluargan, saling menghormati dan Menghargai sesama.
Maka dari itu janganlah Jadikan Orang Papua sebagai Lahan bisnis TNI, POLRI, dan KOPASUS. hargailah mereka sebagai saudaramu, sesama ciptaanmu, dan sesama pulah Manusia, Orang Papua bukan Binatang atau Hewan. Maka Anda juga akan dihargai..
Ketika anda lakukan diatas ini makan Papua Pasti bisa aman, Nyaman dan Damai, tetapi Kalau tidak maka Orang Papua tidak akan bisa aman,dan mereka terus sakit hati dan mereka akan terus melakukan perlawanan, dan banyak yang kecewa lalu keluar ke hutan atau ke negara lain untuk mecari kebenaran, kedilan, dan kebebasan bagi orang papua. (Suara Pasema)
Langganan:
Postingan (Atom)
Admin





