Tampilkan postingan dengan label KNPB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KNPB. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 November 2015

Filep Karma Sedang Pidato Perdana setelah tiba dari LP Jayapura dan diteman Viktor Yeimo Katua UMUM KNPB

Jayapura-suarapasema.blogspot.com- Pemimpin Besar Papua Merdeka Bapak Filep J. Karma, Bebas karena di berikan remisi tiga bulan sehingga keluar dari penjara kecil ke penjara besar bertepatan dengan Hut Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Ke 7 yang mana telah dilaksanakan di Lapangan Moseum Expo-Waena, Papua. 
KNPB mengundang kepada Salah satu Tokoh Pejuang Papua Merdeka Selama 15 Tahun Penjara karena Filep Karma ditangkap ketika kibarkan Bendera Bintang Kejora di Abepura, pada tanggal 1 Desember 2004 lalu. Ia di jatuhi hukuman lima belas tahun penjara, tiga kali lebih lama dari tuntutan jaksa, pada akhirnya Bebas tiga bulan karena diberikan remisi dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Jayapura, Papua pada 19 November 2015. 

Filep Karma sangat Spesial untuk KNPB karena di hari ulang tahun knpb ke 7 yang jatuh pada 19 november 2015.  Tokoh Pejuang Papua merdeka terkenal telah bebas karena di berikan remisi tiga bulan karena sudah lebih dari 10 tahun di tahanan dan bisa pidato perdana serta menghadiri acara hari ulang tahun knpb ke 7 ini.
Tepat pada jam 10.00 Komite Nasional Papua Barat yang dipimpin oleh Ketua Umum Viktor Yeimo dengan ratusan Masa Jemput Filep Karma di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Jayapura dan kemudian diantar dengan masa menuju ke tempat kegiatan untuk menghadiri HUT KNPB. 
Kemudian Masa Jemput dan Pawai sambil membawa Tuan Filep berkeliling di lapangan dengan Mengucapkan Jel-Jel “ Papua.. Merdeka;  Papua.. Merdeka; Papua.. Merdeka;  Filep Karma.. Hidup; Filep Karma.. hidup; Referendum.. Yes; Referendum.. Yes” Kemudian dilanjutan dengan Pidato Perdana yang di sampaikan oleh Filep Karma.

Filep Karma dalam menyampaikan Pidatonya bahwa saya tidak sangkah bisa bersama teman-teman Pejuang di tempat ini. Jangan melihat bahwa penjara tetapi penjara adalah kita pejuang Papua merdeka yang ada dalam kota maupun di luar kota punya rumah.
Saya Menghadiri di HUT KNPB karena KNPB adalah teman-teman saya kami berjuang untuk Papua Merdeka. Saya Menghormati dan menghargai KNPB maka saya menghadiri di acara HUT KNPB  dan saya di bebaskan di hari ulang tahun KNPB.

Kalau Mau berjuang Jangan ada rasa takut di hati, jadi seorang pejuang hancurkan dulu rasa takut di hati. Seorang pejuang walaupun pegawai negeri sipil siapa berjuang untuk Papua Merdeka, Jadi Polisi siap berjuang untuk papua merdeka, jadi tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan darat, udara, laut siap berjuang untuk papua merdeka karena kapanpun kita bukan orang indoesia. Karena orang Indonesia melihat orang papua sebagai monyet, binatang karena buktinya Kasus Paniai, Timika, Yahukimo, Tolikara Sampai saat ini belum selesai. Indonesia hanya meliaht dan merampas harta kekayaan alam emas di Freeport dan di Bintuni, Kayu Gaharu, Ikan di laut. Mereka tidak Peduli dengan orang papua Kulit Hitam Keriting Rambut maka kami dibunuh pun sampai hari ini kami tidak ada keadilan.

Dulu orang tuan berjuang di hutan-hutan di tempat sembunyi tetapi perjuangan hari ini kita bawah di dalam kota. Ini siapa punya tanah? Kau punya Nenek moyang Punya atau saya punya nenek moyang punya. Kau punya tanah dimana? di Jawa Madura, di Sulawesi, Kalimantan. Kau punya rumah disana, tanah disana, kau lahir disana dan di tempat pulau papua adalah milik kami orang papua. Kami hanya bicara papua merdeka saja kenapa kau marah dan tangkap padahal negara demokrasi. Kami tidak menembak? Kami berjuang secara damai di dalam kota. 

Kami bicara papua merdeka pertama kami takut akan Tuhan (Amsal 1:7). Kami berjuang untuk kemerdekaan Papua kita harus percaya Yesus sungguh-sungguh, Kenapa saya bicara percaya Yesus sungguh? Kita renungkan bersama. Yesus melihat orang yang tertindas melihat bahwa rasa belas kasihan. 

Saya kerja dan menjadi pegawai dan bisa mendapat jabatan sebagai kepala dinas atau kepala bagian tetapi saya melihat rakyat papua menderita maka saya berjuang untuk papua merdeka.

Filep Karma menegaskan tekadnya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Papua secara damai dan martabat.

“Papua belum merdeka, berarti perjuangan saya belum selesai. Saya akan terus berjuang sampai Papua merdeka."
Kemudian, Ketum KNPB, Victor F. Yeimo, menegaskan, Filep Karma merupakan pemimpin kemerdekaan Papua yang paling dihormati, dan telah bebas dari penjara kecil, dan kini telah bergabung bersama rakyat Papua ke penjara besar.

“Bapak Karma waktu di dalam penjara kecil diperhatikan, makan disediakan, dan sejumlah pelayanan lainnya, tapi bapak di penjara besar ini akan melihat penderitaan, perjuangan, serta penindasan Indonesia atas rakyat Papua Barat,” kata Yeimo.

Mewakili seluruh anggota KNPB, Yeimo menyampaikan ucapan selamat datang kepada Filep Karma ke dalam penjara kolonial Indonesia yang lebih besar.

“Bapak akan ada bersama-sama kami, dan akan berjuang bersama kami untuk menunju pembebasan nasional bangsa Papua Barat yang dicita-citakan,” kata Yeimo.

Tambah Viktor Yeimo “jangan pernah berpikir bahwa orang papua mendapat keadilan dari indonesia. Wahai Penjajah, Di manakah hati nuranimu jangan pernah bertanya karena dia hanya ada untuk membunuh dan menguasai tanah papua. Maka itu kita harus lawan, lawan dan lawan, karena hukum kolonial indonesia di buat untuk membunuh dan menindas anda dan saya serta menguasai tanah kita maka itu Kita berjuang untuk mengakhiri penindasan ini. Kata Viktor Yeimo. (Suara Pasema).


Senin, 19 Oktober 2015

Ketika Liput berita Tetang Pelanggaran HAM dan Genosida di Papua Aarat Selalu  Mengkrimilisasi Wartawan



Vanimo-Suarapasema.blogspot.comSekertaris Umum Komite Nasioanal Papua Barat (KNPB) Pusat Ones Nesta Suhuniap menghimbau kepada rakyat Papua dengan tutupnya Ruang Demokrasi bagi rakyat Papua untuk menyampaikan pendapat dimuka umum dan Tutupnya akses Jurnalis asing masuk ke Papua serta diskriminasi terhadap orang papua, Maka Mengajak kepada orang Papua menjadikan Media sosial tempat untuk kita berkampaye Papua Merdeka”.Tulis Ones Suhuniap dalam Pesan yang di Terima media Suarapasema.blogspot.com, Jumat (16/10/2015) Melalui Email.
Kata Ones Suhuniap “Facebook, Twiteer, Intagram, Google, Blogger, BBM, Lindkelin Youtobe, Website dan media sosial lainya, Sangat berguna untuk mengetahui perkembangan dunia maupun Ilmu pengetahuan yang belum pernah kita pelajari sebelumya dari Pendidikan kolonial Indonesia selama 54 Tahun. Mengunakan media sosial banyak manfaat yang kita dapatkan dan kita bisa mengetahui setiap peristiwa yang terjadi di Tanah Papua dari Sorong sampai Merauke”.
“Orang Papua pentingnya menulis terutama kepada Mahasiswa dan Pemuda untuk membangun pemahaman dan membagikan informasi-informasi yang akurat kepada Dunia Internasional dari setiap pelanggaran HAM dan Genosida di Papua Barat, Melihat dengan poisisi kita orang papua kita jangan jadikan media sosial tempat untuk melampiaskan emosi, cari jodoh dan bergosip di media saja tetapi kita berjuang untuk Papua juga”.Ujar Nesta
Nesta Suhuniap juga mengajak kepada aktvis Papua Merdeka di Tanah air Sorong sampai Merauke, Dari Ternate Sampai Bali maupun dimana saja berada jangan kita membuang waktu dan kesempatan yang ada. Tetapi gunakan media sosial untuk memberikan kontribusi terhadap perjuangan Papua merdeka dan selamatkan Manusia Ras Melanesia di Papua Barat yang sedang menuju pada kepunahan di Daerah Sendiri. Jelas Nesta.
Diam dan tunduk dibawah kaki kolonial Indonesia menjadi penghianat maka itu mari Kita bangkit melawan kolonial Indonesia dengan memanfaatkan kesempatan dan andalkan bakat masing-masing pribadi untuk mengkampayekan Papua merdeka dengan kerja-kerja Individu maupun Universal? itu Pekerjaan Rumah yang harus dilakukan oleh semua orang Papua”. Kata Nesta. (Suara Pasema).

Kamis, 30 April 2015

Intel Sedang Bertanya untuk Kegiatan 1 Mei 2015 Kepada Ketua KNPB Konsular Hiskia..


Manado, Suarapasema.blogspot.com --  Di Asrama Kamasan V Manado, 2 Orang Intel dari Satuan Polda Sulawesi Utara, Mereka Masuk dengan Tujuan apakah kegiatan 1 Mei 2015 akan Laksanakan atau tidak? Namun Kata Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah Hiskia, Walaupun Tidak Disinkan Lakukan Aksi Demo Damai Di Kantor Gubernur tetapi Kami akan tetapi Lakukan tetapi beda dalam Bentuk Kegiatan karena hanya di Rumah.  Sebab Kami sudah Masukan Surat dengan Mengikuti Prosedur Namun tidak Menerima Kami dengan alasan tidak terdaftar di Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara dan Kesbangpol Papua, Sehingga Kami KNPB Konsulat Indonesia Tengah Pulang dengan Air Mata, Kenapa bisa memper Lakukan Kami Seperti ini, Ujar Hiskia. Hari Ini 30 April 2015, Jam 16.30 Wita dini Hari.

Hiskia Meage Juga Menambahkan, Minahasa sudah membesarkan kami, mendidik kami sehingga bisa bersuara untuk demi menyatakan keadilan dan kebenaran bagi kami Orang Papua, Tambahnya.

, Tujuan 2 Orang Intel masuk di Asrama Untuk tanyakan Kegiatan Besok, Memperingati Hari ANEKSASI WEST PAPUA, Namun Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah  Hiskia Meage​, Mengatakan Bahwa, Kami akan Tetap Laksanakan Dalam Bentuk Ibadah dan Juga Sosialisasi Hasil ULMWP,  dengan Seluruh Undangan yang Kami Bagi Dari Arsama, Kontrakan, Dan Gubuk, dengan Jumlah Undangan Yang Kami Bagikan Yaitu 70 Surat Yang Kami Keluarkan, Maka Dengan Bentuk Gaya Kami akan Tetap Lakukan.

Dalam Rangka Memperingati Hari Aneksasi 1 Mei 1963 - 2015, Bangsa Papua Secara Paksa dan Ilegal Mengakui Bahwa Papua Masuk di NKRI. ujar Hiskia..



Berikut Foto-Foto dari Suara Pasema West Papua​/Lokon






Senin, 27 April 2015


Hiskia Meage Ketua UMUM KNPB KONSULAT sedang Membaca Kembali Surat  Pemberitahuan Yang Di Tolak

Manado-Suarapasema.blogspot.com-
 Hari ini KNPB Konsulat Melakukan Surat Izin Pemberitahuan  untuk Melakukan Aksi Damai Memperingati Hari Anesasi Bangsa Papua Barat pada 1 Mei 1963 - 2015,  Agar Kapolda Sulawesi Utara Melalui DIR. Intelkam Sulawesi Utara Untuk Menerbitkan surat izin turun Aksi, Namun Kapolda Sulut Menolak dengan Alasan Organisasi KNPB  Konsulat tidak terdaftar di KesbangPol Sulawesi Utara, Pada Hari senin ,27 April 2015 dini hari. 



Sehingga KNPB Konsulat hanya Menyampaikan terima kasih kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Utara sebagai berikut:

TERIMAKASIH KAPOLDA SULAWESI UTARA
(Bapak. Brigjen Pol. Wilmar Marpaung)

Seluruh generasi baru baik Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat asal tanah Papua yang berada di bumi minahasa menyampaikan terimakasih yang tak terhingga melaui media rakyat, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Tengah.

                Ucapan terimakasih ini di tunjukan kepada Yang Terhormat Bapak Brigjen Pol. Wilmar Marpaung selaku Kapolda Sulawesi Utara. seruan hati ini secara terbuka dapat disampaikan langsung oleh Frans Pekey selaku Koordinator aksi damai dan Hiskia Meage sebagai Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat, konsulat Indonesia Tengah. Hal ini di sampaikan setelah surat pemberitahuan ijin aksi damai di tolak dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, alasan penolakan aksi damai hanya masalah administrative yaitu karena organisasi KNPB belum terdaftar secara resmi di kesbangpol Sulawesi Utara. Itu sebabnya, tidak diberikan ijin untuk melaksanakan aksi damai secara terbuka di kota manguni.

                Aksi damai ini bermaksud dalam rangka Memperingati Hari Aneksasi 01 Mei 1963-2015. Atas Pencaplokan Tanah, Air, Udara Dan Manusia Yang Mendiami Bumi Cendrawasih Secara Tidak Adil Dan Bermartabat Melalui Hukum Internasional. Pelaku kejahatan kemanusiaan, pelanggarakan hak-hak dasar bangsa pribumi Papua Barat,  di selenggarakan oleh Pemerintah Indonesia  di bawah tekanan dan moncong senjata oleh angkatan bersenjata republik Indonesia (ABRI) pada waktu itu, kejahatang di maksud di kenal dengan nama Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang penuh cacat hukum, setelah bersekongkol dengan Belanda dan Amerika serikat di bawah control organisasi UNESCO atau saat ini di sebut persatuan bangsa- bangsa (PBB) 01 Mei 1963.

                Sebagaimana kita mengetahui bersama bahwa aksi damai dalam hal menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak segala bangsa termasuk hak –hak terhadap setiap warga Negara yang baik, sesuai dengan seruan Dalam pembukaan Undang-Undang  dasar 1945 Alinea Pertama yang Berbunyi “Bahwa Sesunggunya Kemerdekaan Itu Ialah Hak Segala Bangsa Dan Oleh sebab itu tidak sesuai dengan peri Kemanusiaan dan Peri Keadilan”, yang di kumandangkan oleh pendiri dan pejuang bangsa Indonesia. Tetapi saat ini terasa aneh karena tampak real bahwa masih terdapat warga Negara yang tidak bisa menyampaikan pendapat, konsep, gagasan dan harapan rakyat secara terbuka khususnya melalui media - media local dan nasional  di Negara Indonesia yang menganut paham demokrasi.

                Walaupun harapan untuk menyampaikan jeritan rakyat Papua Barat kepada saudara saudarinya di tanah minahasa adalah merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak dan penting. Karena  dengan harapan bahwa mereka (umat manusia) yang memiliki hati nurani untuk kiranya mendengar, membaca seruan selain melihat suara jeritan yang dapat di sampaikan melalui media rakyat. Tetapi sikap pemerintah Indonesia melalui pihak kepolisian daerah Sulawesi Utara, realitasnya menutup mata hati  maka patut kami menghargai dan menghormati ketika kejahatan tidak di tindak sesuai nilai-nilai kemanusiaan yaitu  keadilan, kebenaran dan kejujuran terhadap bangsa Papua Barat dan dunia lainya di indonesia.

                Dan akhirnya kami  pemuda papua tentu akan tetap berjuang untuk menyampaikan suara rakyat tertindas bersama warga kawanua di bumi minahasa. “hai kawanku manguni..? dengarkan kicauan suara cenderawasih dari balik gunung, lembah dan pesisir Papua memanggilmu untuk turut mengambil bagian dalam gerakan rakyat pribumi, bangsa papua barat. Allah  kami Tuhan Semesta Alam akan membalas kebaikan dan doamu atas penderitaan bangsa Melanesia.


MENGETAHUI;
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSULAT INDONESIA TENGAH



Hiskia Meage
Ketua Umum.



Berikut Adalah Surat  Pemberitahuan KNPB Konsulat Indonesia Tengah Kepada  Kapolda Sulawesi Utara Melalui DIR. Intelkam Sulawesi Utara sebagai Berikuti..

M e d I a R a k y a t
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSULAT INDONESIA TENGAH
Manado, 27 April 2015
PERIHAL: PEMBERITAHUAN IJIN AKSI DAMAI

Kepada YTH:
KAPOLDA SULAWESI UTARA
(Cq. Dir, Intelkam Polda Sulut)


Dengan hormat.

                Salam sejahtera dalam  Nama Tuhan Yang Maha Esa, berhubungan dengan perihal di maksud di atas maka, kami Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia. Tentu akan melaksanakan aksi demonstrasi secara damai dalam rangka memperingati hari Aneksasi Bangsa Papua Barat ke- 55. Oleh karena itu, kami memberitahukan agar kiranya berkenan untuk memberikan ijin dan di mohon pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Adapun kegiatan aksi damai tersebut akan di laksanakan pada:
                Hari/Tanggal                 : Jumat, 01 Mei 2015
                Pukul                                  : 08.00 Wita - Selesai
                Bentuk Kegiatan         : Aksi Demonstrasi Damai, dengan Jumlah Massa 500 Jiwa
                Titik kumpul                 : Star dari Bank BNI Unsrat  Manado – Finis di Kantor Gubernur   
                                                                    Sulawesi   Utara.
                Tujuan Aksi                    : Ke- Kantor  Gubernur Propinsi Sulawesi Utara

Alat dan peraga aksi damai sebagai berikut:
Ø  Satu mobil pick up
Ø  Empat kendaraan roda dua (Motor)
Ø  Megafont 2 buah
Ø  Pamphlet
Ø  Baleho/Spanduk
Ø  Pakaian Adat

                Demikian surat pemberitahuan ini di buat untuk di ketahui dan dapat di pergunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerja sama yang baik  tak lupa kami menyampaikan terimakasih.

HORMAT KAMI


Frans Pekey                                                            Hiskie Meage
         Koord. Lapangan                                                    Penanggungjawab Aksi

Oleh : Y.T/P.L


Hiskia Meage Ketua UMUM KNPB KONSULAT sedang Membaca Kembali Surat  Pemberitahuan Yang Di Tolak



SEJARAH IMIPA?

IMIPA Berdiri Pada

Apa Itu IMIPA?

Imipa adalah dimana suatu Wadah Sosial yang Menghimpun Semua Mahasiswa Asal Papua yang ada di kota studi Sulawesi Utara. Kepanjangan dari IMIPA : Ikatan mhasiswa Indonesia Papua. Sekertariat Terleatak di Kleak Bahu, Kamasan V Manado Depan Gereja Peniel.

Visitor In Blog IMIPA SULUT

Popular Posts

Recent Posts

Terjemahkan

Berita Yang Dikuti

Pelajaran dan Berita Lainnya Disini