![]() |
| Saat Mahasiswa HIMPY Melaksanakan Penerimaan Anggota Baru |
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Agustus 2015
04.29
Admin
IMIPA Cabang Tondano, Mahasiswa, Manado
No comments
Manado-Imipasulut.blogspot.com- 8/8/2015 Himpunan Pelajar dan mahasiswa Yalimo (HIPMY) Telah melaksanakan Penerimaan Anggota Baru dari tanggal 6 dan 8 di Asrama Kamasan VIII Tomohon.
Dalam kegiatan peneriaman ini dilaksanakan pada hari yang berbeda dengan hari pertama pada tanggal 6 di fokuskan untuk Memberikan Materi di Asrama Yalimo dan Kemudian untuk tanggal 8 Agustus 2015 Melaksanakan Kegiatan Ibadah dan sekaligus menerima Anggota Secara Organisasi Oleh Pembina, Pengarah dan Badan Pengurus HIPMY.
Dalam Kegiatan Ibadah Penerimaan Anggota Baru Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Yalimo, ini dihadiri dari beberapa Kota Study Tondano, Manado, Kairagi Polik dan Tomohon, yang ada di sulawesi Utara, dengan Jumlah yang hadir 120 Orang.
Thema : “ Diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” Yohanes 15: 5
SubThema : Melalui Penerimaan dan Pembinaan Anggota Baru HIPMY ini, Anggota yang akan diterima mampu beradaptasi, Bersaing, Bertanggung Jawab dalam Dunia Kampus, Organisasi dan di Manapun Berada.
Ibadah Dipinpin Langsung Oleh Pdt. Otni Yarengga, Dibawakan Firman Tuhan dari Thema yang sudah ditetapkan Oleh Panitia “ Diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” dalam Kitab Yohanes 15: 5.
Segala Sesuatu yang kita pikirkan sebelum itu Ingatlah dahulu kepada Tuhan Karena Kami selalu Membutuhkan Tuhan Allah lebih dari pada Lain-lain. Karena Segala sesuatu hanya Dia Oleh Dia sepanjang hidup sampai Kematian. Ada Filosophy Diantaranya Jari.
Jari Jempol Menandakan kepada kehebatan pada seseorang, Yang Berbuat Benar atau baik dan sebagainya.
Kemudian Jari Telunjuk digunakan untuk menunjuk sesuatu, yang baik atau tidak baik. Kemudian untuk Jari Tengah karena Ia Ditengah sehingga Muncullah Kesombongan bahwa saya yang paling tinggi dari semuanya. Kemudian Jari Manis adalah jari dimana bisa dipasang Cincin sehingga disebut Manis karena ada Makotannya, Sedangkan Jari Kelingking adalah jari yang Paling terkecil dia antara Semuanya, dan Ia Merupakan Patut diargai karena Dia Termasuk tangan.
Maka diambil kesimpulan dari berbedaan Jari tetapi ia tetap disebut sebagai Tangan karena Ia ada Dalam Satu Kesatuan.
Tangan Ini Mengambarkan Perbedan Sifat dan Kareakter yang Berbeda-beda tetapi kami adalah Satu Kesatuan dari Perbedaan yang ada. Sepintar apapun kita bisa puji dan hebat namun Suatu saat bisa Gagal tetapi kalau kita tinggal dalam Tuhan Hal itu tak akan terjadi kegagalan.
Maka kami mahasiswa Papua yang ada di sulawesi Utara dan Khususnya Mahasiswa Yalimo, Kami adalah satu Kesatuan, Tidak ada perbedaan diantara Kami, dan terus tingkatkan Kebersamaan, Jelas Otni dalam Khotbahnya.
Berikut hasil wawancara kami dengan Ketua Panitia, Pengarah dan Ketua Rukun HIMPY,
Raimon Peyon, “ Saya Sebagai Ketua Panitia Penerimaan Anggota Baru HIPMY” saya Menyampaikan Terima Kasih Kepada Wadah Organisasi Sosial, Keminan serta Seluruh Mahasiswa Papua yang ada di Sulawesi Utara dan Secara Khusus kepada semua Anggota HIMPY yang mana telah Bekerja Keras, Walaupun dalam pembentukan Panitia ini tidak Lama karena Banyak terjadi masalah terhadap mahasiswa Papua kemarin, Tetapi Puji Tuhan Kegiatan ini bisa sukses dengan Baik karena Atas Campur Tangan dan Pertolonga Tuhan, dan Juga Atas Bantuan Baik Tenaga Maupun Dana dari Teman-teman Mahasiswa Papua Serta atas Usaha Kerja Keras Mahasiswa Yalimo sehingga Bisa sukses, Biarlah kiranya Tuhan yang punya berkat akan memberkati kita semua.
Thobias Yohame, “Sebagai Ketua Rukun HIMPY” Menagatakan bawha Pada Tahun Angkatan 2015 Ini walaupun anggota Baru hanya 2 Orang dan Jauh berbeda dari jumlah sebelumnya tetapi Semangat Perjuangan dan Kerja keras dari Anggota tidak Menerun, semangat terus ada sehingga kegiatan penerimaan ini bisa berjalan Baik Sesuai dengan Harapan Kami Semua. Inipun juga tidak terlepas dari Bantuan Saudara dan Saudari Sekalian, Ujarnya.
Tambah Thobias, Kami Melaksanakan Kegiatan Untuk Memberikan materi di asrama Yalimo kemudian kami melanjutkan di Asrama Kamasan VIII Tomohon, dengan tujuan untuk Mengkaderkan, Kami tidak dibatasi dan dilihat dari Jumlah Anggotanya tetapi kami Terima disini dengan Tujuan agar Bisa saling Mengenal di Banyak Orang karena mereka juga adalah Kader selanjut Untuk Papua dan Khususnya Kabupaten Yalimo Kedepan.
Harapan dari Ketua HIPMY bahwa khusus anggota baru jangan putus asa teteap semangat dan kami akan Men support untuk Generasi Berikutnya datang kuliah disini dengan semangat dan agar selanjutnya lebih baik dari sekarang.
Maikel Mabel, S. Kep “Yang Merupakan Sebagai Pengarah” Menyampaikan bahwa pelaksanakan Kegiatan ini juga tidak terlepas dari tanggung jawab dan arahan dari kami Pengarah. Kami terus berpesan kepada pengurus merangkap dengan Anggota serta Anggota Baru untuk tidak perlu dipertimbanga dengan situasi dan kondisi lagi karena Allah Berfirman bahwa sebab banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih, maka itu mari melalui Organisasi ini dan kebersamaan Organisasi biasa ada dibawah Satu Honai Melalui Kebersamaan Organisasi dan kami tidak memisahkan antara satu dengan lain.
Kami melanjutkan Organisasi ini tidak bisa dipatokan dari Kekurang tetapi bagi siapa yang ingin bergabung mari bergabung melalui wadah IMIPA Besar atau Organisasi Masing-masing. Semoga bisa berperan aktif di Organisasi Masing-masing, dan tidak ada Perbedaan diantara Kami.
Hiskia Meage Sebagai Orang Tua Dan Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah Menyapaikan dalam Sambutannya Berpesan Kepada Seluruh Mahasiwa Papua Dari Sorong Sampai Samarai Untuk Terus menjaga keamanan dan Kenyamana di Sulawesi Utara serta Terus Tingkatkan Kebersamaan, Karena Tidak ada Perbedaan diantara kami Orang Papua yag ada dan tak ada lagi Orang Tua kami akan datang bicara seperti ini, Jelasnya. Suara Pasema
Kamis, 06 Agustus 2015
09.43
Admin
imipa sulut, Mahasiswa
No comments
Tondano, IMIPA-Ikatan Mahasiswa Indonesia papua IMIPA Cabang Tomohon telah melaksanakan kegiatan Penerimaan Anggota baru 2015/2016 di Asrama Kamasan VIII Tomohon, Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon. pada 6 Agustus 2015, dan Sesalkan karena Penerimaan aggota tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
IMIPA Cabang Tomohon Secara Resmi Menerima Anggota baru tahun 2015 sebanyak 26 Orang, dan mereka ini tersebar dari mahasiswa Baru, 11 Orang Mahasiswa Lama namun yang tidak ikut tahun 2014 Lalu.
.
Ketika Kami Wawancara dengan Ketua Imipa Cabang Tomohon Agustinus Kanggoro, Mengatakan Bahwa Kami sangat menyesalkan tidakan kasus kriminal lalu di Tataaran kabupaten Minahasa, Kejadian 19 Oktober 2014, yang mana mahasiswa Asal Papua Petius Tabuni Korban Pembacokan. Terkait dengan itu maka mahasiswa Papua semua mereka memilih untuk tetap Kuliah di Papua dan Kota studi lain di luar sulawesi Utara.
Jau-jauh sebelum setiap kali penerimaan kami menerima Keanggota baru dalam Organisasi IMIPA jumlahnya 50 Lebih namun tahun 2015 ini sangat menurun drastis, karena Trauma sehingga selain sudah pulang, dan yang lain memeilih Kuliah di tempat lain dengan alasan sulawesi utara tidak nyaman.
Tambah Agustinus, Ya Begitu Namun kami tidak pata semangat kita untuk tidak melaksanakan Kegiatan penerimaan Aggota baru tahun 2015, tetapi kami tetap obtimis dan terus dengan semangat kami laksanakan Kegiatan Penerimaan, Jelasnya.
Saya sangat bangga dan berterima kasih Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas Berkenannya sehingga kami Boleh Melaksanakan kegiatan ini, saya juga sangat berterima kasih kepada Teman-teman TIM walaupun Jauh sebelumnya kami sudah bentuk dengan Tujuan Pengurus yang ambil Bagian, sehingga atas kerja keras tak begitu waktu yang lam hanya selama 2 Hari dalam persiapan kegiatan ini berhasil sukses dengan baik, tuturnya.
Sebenarnya kami buat pada bulan Juli namun ada beberapa kendala sehingga TIM yang kami bentuk berusaha keras dengan cara begimaan Kegiatan ini sukses, kami sangat tidak sangkah kalau kegiatan terjadi seperti ini karena kami tidak Fokus dalam pencarian dana. saya menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua IMIPA Yotam. B, yang Koordinir dan Amelia D, Inna yang membantu kerja sama kegiatan Sukses sesuai yang kita harapkan.
Yotam, dari Bulan Juli Tanggal belasan di tunjuk kapada saya untuk menjalankan Roda Kepanitian Penerimaan Anggota Baru 2015, sehingga kami selama 3 pada bulan Agustus ini kami bekerja keras sehingga Puji Tuhan Kegiatan ini bisa terlaksana sesuai dengan yang kita harapkan bersama.
Dalam Kepanitiaan ini juga banyak tantangan tetapi Tuhan Luar biasa karena kita dan teman-teman seperjuangan Ikatan Indonesia Papua (IMIPA) begitus luar biasa topang kami dengan dana, Tenaga, Pikiran, begitu luar biasa membantu kami sehingga kegiatan penerimaan Agnggota Baru bisa Berjalan Baik Untuk itu kami TIM Menyampaikan terima kasih kepada kawan-kawan. Ujarnya.
Harapan saya melalui Penerimaan Anggota Baru diterima hari ini bisa ketika ada kegiatan Organisasi bisa ambil bangian dan bisa terlibat dan bisa belajar kepemimpinan di Organisasi Ikatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA). dan diucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa Papua yang ada dari Sorong Sampai Samarai atas kerja kerasnya kegiatan ini bisa berjalan baik. (Suara Pasema).
Senin, 03 Agustus 2015
19.54
Admin
Hukum, Mahasiswa
No comments
| Saat Aparat kepolisisan dan Mahaiswa Papua sedang Bercerita. |
Tomohon-suarapasema.blogspot.com- 4/8/2015, Aparat Kepolisian Polda Sulawesi Utara Datang dengan Senjata Lengkap Mengepung dan memeriksa di asrama-asrama dengan membawa Surut Penagkapan kepada Piter Weya dan Anna Gombo, terkait masalah pembunuhan saudara Nius Lokobal pada 26 Juli 2015 lalu, tanpa ada Perintah dari Kapolda Sulut tetapi hanya inisiatip bawahan.
Inteligent datang pada subuh jam 06 00, Wita, Saat Itu mahasiswa Papua sedang atau masih Istirahat, ketika ditanyai atas perintah siapa, dan dengan tujuan apa datang kesini, tetapi mereka mengatakan Bahwa Atas Perintah Bapak Kapolda Sulawesi Utara, Brigen Wilmar Marpaung, SH. Namun menurut hasil komunikasi kami dengan kapolda sulut mengaku dirinya tidak pernah ada diperintahkan untuk turun periksa di asrama-asrama atas pengakuannya.
Atas Perintah Bawahan untuk melakukan penangkapan terhadap Piter Weya dan Anna Gommbo, aparat yang datang 20 Orang dengan dipinpin langsung oleh Komandan Operasi Polda Sulut dan Gabungan Intelkam Polda Sulawesi Utara, tanpa ada perintah kapolda sulut, padahal saat ditanyai Keterang mereka mengatakan bahwa atas perintah Kapolda tetapi nyatanya tidak seperti demikian.
Berikut Hasil Wawancar melalui telpon seluler kami dengan A.L, saat ada di depan rumah tiba-tibah muncul dengan mobil Bahwa Kami datang Mencari piter dan Anna terkait masalah pembunuhan Almarhun Nius Lokon di manado kemarin, dan sementara bercerita Anggota Lain datang dengan senjata Lengkap itu melakukan pengepungan di Asrama dari depan sampai belakang asrama.
L.L Mengatakan kepada aparat untuk tidak masuk kamar sembarang karena lagi sedang tidur dan harus melakukan komunikasi, dan kami tidak disinkan untuk masuk kamar sembarang, harus ada Komunikasi.
Kemudian ketemu dengan ketua asrama, dan ketua asrama Memintah surat perintah sehingga memberikan surat perintah, dan surat perintah ini berisi untuk melakukan penangkapan terhadap Kedua saudara.
H. Meage sebagai Senior dan Orang Tuan Mahasiswa Menerima dengan baik dan diarah untuk masuk kedalam tetapi di depan halaman asrama, tempat terbuka, kemudian ditanyakan surat Perintah kemudian meminta dan hasil dari isi surat tersebut berbunyi bahwa bahwa melakukan Penangkapan atas perintah kapolda sulut, hanya surat tersebut ditandatangi sehingga sebagai Orang tua saya menyampaikan terima kasih .
Berpesan kepada aparat atas penilaian saya seperti cara-cara ini kurang Bagus, karena Kami disini mahasiswa, tidak melakukan perlawanan dan juga tidak memiliki Senjata tetapi langsung datang dengan alat kenegaraan dan melakukan pengepungan dengan senjata lengkap itu kurang bagus tetapi datang Komunikasi sebagai Orang Tua yang baik jelasnya.
kemudian mereka pergi ke asrama papua lainnya yaitu pergi ke asrama Kontrakan Yalimo, dan lainnya, menurut laporan yang diterima melalui telpon seluler hwa aparat kepolisian datangngan terkait masalah kemarinn untuk mencari Piter Weya dan Anna Gombo, dan mereka memintah surat perintah tetapi mereka tidak diberikan.
Hasil dari Komunikasi kami dengan bapak kapolda sulawesi utara Brigen Wilmar Marpaung, SH, namun tanpa ada surat perintah dari Kapolda Sulawesi Utara sehingga ia berjanji akan melakukan pengecekan.
Salah satu Mahaiswa Papua Mengatakan kalau Seperti ini terus terhadap kami mahasiswa Papua maka kami alami situasi yang tidak aman dan kami mengalami Trauma berasr yang kami rasakan.
Suara Pasema
Salah satu Mahaiswa Papua Mengatakan kalau Seperti ini terus terhadap kami mahasiswa Papua maka kami alami situasi yang tidak aman dan kami mengalami Trauma berasr yang kami rasakan.
Suara Pasema
Senin, 27 Juli 2015
08.55
Admin
Hukum, Mahasiswa
No comments
![]() |
| Kapolda Sulut Brigjen Pol. Wilmar Marpau, SH |
Manado- Pasca Terjadinya Penikaman Terhadap Mahasiswa Papua Nius Lokobal 24 Tahun yang sementara menuntut Ilmu Kota Studi di Manado Di Perguruan tinggi Universitas Pembangunan Indonesia Di Manado pada Semester VIII (Semester Delapan), telah ditemukan dibunuh oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Di jalan Perempatan Pulau Peleng Kleak. Lingkungan 4 Depan Gereja GMIM Musafir, Kelurahan Kleak, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara Indonesia, 26 Juli 2015, Pukul 02.00 Wita kemarin telah di Otupsi hari 27 Juli 2015.
Berhubung dengan ini kapolda sulawesi Utara Brigjen Pol. Wilmar Marpau, SH. Baru saja di dipilih Beberapa Bulan lalu telah melakukan Kunjungan langsung untuk melihat Jazat Korban Penikaman terhadap Nius Lokobal di RS. UD. Kandouw di Malalayang.
Persamaan Dengan Itu juga dihadri Oleh Kepala Kombes Dir Intel Sulut dan Kom Pol. Sinaga Kasat Reskrim Polresta Manado dan Kapolsek Malalayang.
Saat itu kapolda Sulut menyampaikan bahwa saudara Nius Lokobal Meninggal Karena Kriminal Murni, Tak ada Hubungannya dengan Politik dan Kasus Tolikara sambil senyum, Maka Memang Kami pihak kepolisian sedang berusaha mencari pelaku.
Kami juga butuh kerja sama dari teman-temanya, karena Kami lagi sedang coba cari pelaku, Mudah-mudahan pelakunya bisa terungkap dan Untuk menangani kasus dan juga informasi-Informasi Masalah ini saya berikan kepercayaan kepada Kasat Reserse Polresta Manado. Untuk menangani Informasi-informasi apa supaya pelaku bisa tertangkap ungkapnya.
Kapolda juga berajnji bahwa Polda Sulut akan siap membantu mengantar Jenazah Bawa Ke Bandara untuk diberangkatkan ke Wamena Papua.
Dan Kapolda juga akan Berkomunikasi dengan Pemerintah Sulawesi Utara Untuk Bagimana Cara bisa Memebantu Dipulangkan Jenazah Almarhum Nius Lokobal ini.
Kemudian Kepolda sesudah Berkunjung Ke Rumah sakit kemudian dilanjutkan ke Tempat Duka di Asrama Jayawijaya di batu untuk mendengar langsung Isi hati dari mahasiswa Papua Secara Langsung. Sesudah dengar langsung isi hati dan Pesan dari mahasiswa Papua dan Mewakili Orang Tua Maahsiswa Papua, Kemudian Kapolda dan Rombongannya dilajutkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Untuk melihat langsung tempat Kejadian Perkara penikaman terhadap Almarhum Nius Lokobal dan kemudian melakuan Doa Bersama dan Doa Tersebut di Pimpin langsung Oleh Kapolsek Malalayang agar Tuhan Buka Jalan Untuk menyelidiki masalah ini agar bisa terungkap. (Suara Pasema).
Minggu, 26 Juli 2015
09.49
Admin
Hukum, Mahasiswa
No comments
Manado-IMIPA- Mahasiswa Papua Nius Lokobal 24 Tahun yang sementara menuntut Ilmu Kota Studi di Manado Di Perguruan tinggi Universitas Pembangunan Indonesia Di Manado pada Semester VIII (Semester Delapan), telah ditemukan dibunuh oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Di jalan Perempatan Pulau Peleng Kleak. Lingkungan 4 Depan Gereja GMIM Musafir,Kelurahan Kleak, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara Indonesia, Pada tanggal 26 Juli 2015, Pukul 02.00 Wita
Korban Telah ditemukan Tak Bernyawa karena ditikam bagian Lambung sebelah Kanan, Pergerakan Mengena Bagian Hati, Kemudian di dahi Pukul dengan Bahan Besi (Martelu) sehingga dahinya hancur.
Kemudian menurut Teman yang tinggal di Segubuk HM menyampaikan Bahwa Ketika Korban Malamnya Sama-sama di Rumah Namun Ia Keluar dari Rumah di tengah malam 01 dengan Tujuan Membeli Barang di Kios.
Kemudian di TKP ini tidak ada lampu dan tempat tersebut Gelap, setelah ditemukan Oleh Aparat Kepolisian Pasukan Paniki Kemudian Menghubungi Ke Polsek Malalayang, Sehingga Kapolsek Malalayang Menurun Anggota Untuk segera ke TKP.
Berikut ketika Media Suarasuarapasema.blosgpot.com diwawancarai untuk meminta keterang an Kepolisian Oleh Kapolsek Malayang Manado" Komisaris Polisi, Jeferson Batewa, Bahwa Pada pagi tadi 26 Juli 2015, telah dilaporkan bahwa yang mana ada Korban di Jalan Pualau Peleng sehingga kami tiba di TKP, korban sudah dalam keadaan Para, sehingga kami bawah dengan mobil Patroli sampai di rumah sakit, korban tidak tertolong lagi karena Beliau ditikam oleh Mister X atau Orang tak dikenal (OTK), kena bagian Lambung sebelah Kanan, Pergerakan Mengenai Bagian Hati.
Kemudian akibat mengeluarkan darah yang banyak sehingga beliau meninggal, dan saat ini polisi sedang Berusaha melakukan pelacakan terhadap tersangkah ataupun pelaku yang telah melakukan penganiayaan itu.
Ketika ditemuka secara jujur korban ditemukan 2.30 dan Korban dalam Keadaan ditikam, Korban Keluar malam tersebut dengan Tujuan apa Kami Belum Diketahui, sehingga kami bisa ambil atau simpulkan bahwa apakah korban oleh orang yang lewat, cega lalu ditikam atau anak-anak Kompleks yang melakukan hal itu dan sementara dalam Penyelidikan aparat. Jelasnya.
Tambahnya, Karena memang ada saksi yang lewat di jalan yang sama tidak ada Orang kemudian setelah 3 Menit membeli lalu kembali dari Kios ada Melihat seorang lagi berdarah waktu itu, sehingga Saksi Mintah Tolong Kepada Masyarakat Kompleks di sekitar itu.
Saksi Mata Melihat bahwa ada sebuah kendaraan Mobil Avanza dan 1 Buah Motor Lewat Lalu dia balik 3 Menit ada Korban, Sehingga kami belum bisa pridiksi karena ada 1 Buah Mobil Sejenis Avanza Hitam dan juga 1 buah Motor lewat dan Untuk Plat Nomor Polisi Kami Tidak melihat karena Malam. Sehingga sementara pihak kepolisian lagi sedang mengejar ataupun dicari pelaku untuk menemukan pelaku penganiayaan kepada Nius Ujarnya.
Menurut Pihak Rumah sakit Malalyang Bahwa Korban yang bernama Nius Lokobal Dia Meninggal dalam Perjalanan Menuju Ke Rumah Sakit, Dan Sementara Ini kami lagi menunggu Keluarga Korban Untuk meminta persetujuan Di Otupsi Korban tetapi Pihak keluarga sudah disetujui Untuk Otupsi Namun Dokternya tidak masuk karena Hari Minggu sehingga Dokter Libur Maka Itu Hari senin akan di Otupsi Ujarnya.
Maka Atas Nama Keluarga Duka meminta Kepada Pihak Kepolisisan agar segera Mengungkap Pelaku Pembunuhan Saudara Nius Lokobal, Karena Kami dibunuh Bukan hanya 1 kali ini saja. Pembunuhan beberapa Waktu lalu juga Orang tak dikenal Maka kami Mohon Untuk segera Mengungkap Pelaku Pembunuhan Saudara Nius. Jelasnya.
Menurut saudara Pemernas W mengatakan bahwa: Kami rasa prihatin atas kejadian Pembunuhan saudara kami bernama NIUS LOKOBAL, karena kasus seperti ini bukan baru kali ini saja yang terjadi di Sulawes i Utara, tetapi beberapa kasus dari tahun ke tahun yang sudah lalui tidak perna menyelesaikan masalah secara tuntas oleh pihak berwajib, maka kami bermohon kepada Pemerintah Daerah Sulawesi Utara dan pihak berwajib sangat mengharapkan untuk mengungkapkan pelaku pembunuhan saudara kami. (IMIPA).
Menurut saudara Pemernas W mengatakan bahwa: Kami rasa prihatin atas kejadian Pembunuhan saudara kami bernama NIUS LOKOBAL, karena kasus seperti ini bukan baru kali ini saja yang terjadi di Sulawes i Utara, tetapi beberapa kasus dari tahun ke tahun yang sudah lalui tidak perna menyelesaikan masalah secara tuntas oleh pihak berwajib, maka kami bermohon kepada Pemerintah Daerah Sulawesi Utara dan pihak berwajib sangat mengharapkan untuk mengungkapkan pelaku pembunuhan saudara kami. (IMIPA).
Kamis, 30 April 2015
10.34
Admin
KNPB, Mahasiswa, Manado
No comments
| Intel Sedang Bertanya untuk Kegiatan 1 Mei 2015 Kepada Ketua KNPB Konsular Hiskia.. |
Manado, Suarapasema.blogspot.com -- Di Asrama Kamasan V Manado, 2 Orang Intel dari Satuan Polda Sulawesi Utara, Mereka Masuk dengan Tujuan apakah kegiatan 1 Mei 2015 akan Laksanakan atau tidak? Namun Kata Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah Hiskia, Walaupun Tidak Disinkan Lakukan Aksi Demo Damai Di Kantor Gubernur tetapi Kami akan tetapi Lakukan tetapi beda dalam Bentuk Kegiatan karena hanya di Rumah. Sebab Kami sudah Masukan Surat dengan Mengikuti Prosedur Namun tidak Menerima Kami dengan alasan tidak terdaftar di Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara dan Kesbangpol Papua, Sehingga Kami KNPB Konsulat Indonesia Tengah Pulang dengan Air Mata, Kenapa bisa memper Lakukan Kami Seperti ini, Ujar Hiskia. Hari Ini 30 April 2015, Jam 16.30 Wita dini Hari.
Hiskia Meage Juga Menambahkan, Minahasa sudah membesarkan kami, mendidik kami sehingga bisa bersuara untuk demi menyatakan keadilan dan kebenaran bagi kami Orang Papua, Tambahnya.
, Tujuan 2 Orang Intel masuk di Asrama Untuk tanyakan Kegiatan Besok, Memperingati Hari ANEKSASI WEST PAPUA, Namun Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah Hiskia Meage, Mengatakan Bahwa, Kami akan Tetap Laksanakan Dalam Bentuk Ibadah dan Juga Sosialisasi Hasil ULMWP, dengan Seluruh Undangan yang Kami Bagi Dari Arsama, Kontrakan, Dan Gubuk, dengan Jumlah Undangan Yang Kami Bagikan Yaitu 70 Surat Yang Kami Keluarkan, Maka Dengan Bentuk Gaya Kami akan Tetap Lakukan.
Dalam Rangka Memperingati Hari Aneksasi 1 Mei 1963 - 2015, Bangsa Papua Secara Paksa dan Ilegal Mengakui Bahwa Papua Masuk di NKRI. ujar Hiskia..
Berikut Foto-Foto dari Suara Pasema West Papua/Lokon
Senin, 27 April 2015
09.18
Admin
KNPB, Mahasiswa, Manado, Papua
No comments
![]() | |
|
Manado-Suarapasema.blogspot.com- Hari ini KNPB Konsulat Melakukan Surat Izin Pemberitahuan untuk Melakukan Aksi Damai Memperingati Hari Anesasi Bangsa Papua Barat pada 1 Mei 1963 - 2015, Agar Kapolda Sulawesi Utara Melalui DIR. Intelkam Sulawesi Utara Untuk Menerbitkan surat izin turun Aksi, Namun Kapolda Sulut Menolak dengan Alasan Organisasi KNPB Konsulat tidak terdaftar di KesbangPol Sulawesi Utara, Pada Hari senin ,27 April 2015 dini hari.
Sehingga KNPB Konsulat hanya Menyampaikan terima kasih kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Utara sebagai berikut:
TERIMAKASIH KAPOLDA SULAWESI UTARA
(Bapak. Brigjen Pol. Wilmar Marpaung)
Seluruh generasi baru baik Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat asal tanah Papua yang berada di bumi minahasa menyampaikan terimakasih yang tak terhingga melaui media rakyat, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Tengah.
Ucapan terimakasih ini di tunjukan kepada Yang Terhormat Bapak Brigjen Pol. Wilmar Marpaung selaku Kapolda Sulawesi Utara. seruan hati ini secara terbuka dapat disampaikan langsung oleh Frans Pekey selaku Koordinator aksi damai dan Hiskia Meage sebagai Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat, konsulat Indonesia Tengah. Hal ini di sampaikan setelah surat pemberitahuan ijin aksi damai di tolak dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, alasan penolakan aksi damai hanya masalah administrative yaitu karena organisasi KNPB belum terdaftar secara resmi di kesbangpol Sulawesi Utara. Itu sebabnya, tidak diberikan ijin untuk melaksanakan aksi damai secara terbuka di kota manguni.
Aksi damai ini bermaksud dalam rangka Memperingati Hari Aneksasi 01 Mei 1963-2015. Atas Pencaplokan Tanah, Air, Udara Dan Manusia Yang Mendiami Bumi Cendrawasih Secara Tidak Adil Dan Bermartabat Melalui Hukum Internasional. Pelaku kejahatan kemanusiaan, pelanggarakan hak-hak dasar bangsa pribumi Papua Barat, di selenggarakan oleh Pemerintah Indonesia di bawah tekanan dan moncong senjata oleh angkatan bersenjata republik Indonesia (ABRI) pada waktu itu, kejahatang di maksud di kenal dengan nama Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang penuh cacat hukum, setelah bersekongkol dengan Belanda dan Amerika serikat di bawah control organisasi UNESCO atau saat ini di sebut persatuan bangsa- bangsa (PBB) 01 Mei 1963.
Sebagaimana kita mengetahui bersama bahwa aksi damai dalam hal menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak segala bangsa termasuk hak –hak terhadap setiap warga Negara yang baik, sesuai dengan seruan Dalam pembukaan Undang-Undang dasar 1945 Alinea Pertama yang Berbunyi “Bahwa Sesunggunya Kemerdekaan Itu Ialah Hak Segala Bangsa Dan Oleh sebab itu tidak sesuai dengan peri Kemanusiaan dan Peri Keadilan”, yang di kumandangkan oleh pendiri dan pejuang bangsa Indonesia. Tetapi saat ini terasa aneh karena tampak real bahwa masih terdapat warga Negara yang tidak bisa menyampaikan pendapat, konsep, gagasan dan harapan rakyat secara terbuka khususnya melalui media - media local dan nasional di Negara Indonesia yang menganut paham demokrasi.
Walaupun harapan untuk menyampaikan jeritan rakyat Papua Barat kepada saudara saudarinya di tanah minahasa adalah merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak dan penting. Karena dengan harapan bahwa mereka (umat manusia) yang memiliki hati nurani untuk kiranya mendengar, membaca seruan selain melihat suara jeritan yang dapat di sampaikan melalui media rakyat. Tetapi sikap pemerintah Indonesia melalui pihak kepolisian daerah Sulawesi Utara, realitasnya menutup mata hati maka patut kami menghargai dan menghormati ketika kejahatan tidak di tindak sesuai nilai-nilai kemanusiaan yaitu keadilan, kebenaran dan kejujuran terhadap bangsa Papua Barat dan dunia lainya di indonesia.
Dan akhirnya kami pemuda papua tentu akan tetap berjuang untuk menyampaikan suara rakyat tertindas bersama warga kawanua di bumi minahasa. “hai kawanku manguni..? dengarkan kicauan suara cenderawasih dari balik gunung, lembah dan pesisir Papua memanggilmu untuk turut mengambil bagian dalam gerakan rakyat pribumi, bangsa papua barat. Allah kami Tuhan Semesta Alam akan membalas kebaikan dan doamu atas penderitaan bangsa Melanesia.
MENGETAHUI;
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSULAT INDONESIA TENGAH
Hiskia Meage
Ketua Umum.
Berikut Adalah Surat Pemberitahuan KNPB Konsulat Indonesia Tengah Kepada Kapolda Sulawesi Utara Melalui DIR. Intelkam Sulawesi Utara sebagai Berikuti..
M e d I a R a k y a t
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB)
KONSULAT INDONESIA TENGAH
PERIHAL: PEMBERITAHUAN IJIN AKSI DAMAI
Kepada YTH:
KAPOLDA SULAWESI UTARA
(Cq. Dir, Intelkam Polda Sulut)
Dengan hormat.
Salam sejahtera dalam Nama Tuhan Yang Maha Esa, berhubungan dengan perihal di maksud di atas maka, kami Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia. Tentu akan melaksanakan aksi demonstrasi secara damai dalam rangka memperingati hari Aneksasi Bangsa Papua Barat ke- 55. Oleh karena itu, kami memberitahukan agar kiranya berkenan untuk memberikan ijin dan di mohon pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Adapun kegiatan aksi damai tersebut akan di laksanakan pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 01 Mei 2015
Pukul : 08.00 Wita - Selesai
Bentuk Kegiatan : Aksi Demonstrasi Damai, dengan Jumlah Massa 500 Jiwa
Titik kumpul : Star dari Bank BNI Unsrat Manado – Finis di Kantor Gubernur
Sulawesi Utara.
Tujuan Aksi : Ke- Kantor Gubernur Propinsi Sulawesi Utara
Alat dan peraga aksi damai sebagai berikut:
Ø Satu mobil pick up
Ø Empat kendaraan roda dua (Motor)
Ø Megafont 2 buah
Ø Pamphlet
Ø Baleho/Spanduk
Ø Pakaian Adat
Demikian surat pemberitahuan ini di buat untuk di ketahui dan dapat di pergunakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerja sama yang baik tak lupa kami menyampaikan terimakasih.
HORMAT KAMI
Frans Pekey Hiskie Meage
Koord. Lapangan Penanggungjawab Aksi
Oleh : Y.T/P.L
| Hiskia Meage Ketua UMUM KNPB KONSULAT sedang Membaca Kembali Surat Pemberitahuan Yang Di Tolak |
Selasa, 14 April 2015
22.53
Admin
AMPTPI, Home, Mahasiswa
No comments
![]() |
| Restrukturisasi/ Penataan Kembali Pengurus AMPTPI Cab. Tomohon, Sulawesi Utara (Foto Suara Pasema/SP. West Papua) |
Tomohon- Suarapasema.Blogspot.com -- Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tegah Papua Indonesia (AMPTPI), Di Daerah Sulawesi Utara Cabang Tomohon Telah melaksanakan Restrukturisasi atau Penataan Kembali Kepengurusan Di Aulah Asrama Papua, Kamasan XIII Tomohon, Pada 14 April 2015, dari jam 17-19.00 Wita Selesai.
Dalam Kegiatan tersebut Jumlah 61 Orang Peserta dengan Tujuan untuk Restrukturisasi Atau Penataan Kembali. Restrukturisasi ini dilakukan karena akibat Pulangnya Beberapa pengurus Inti Setelah Menyelesasikan Studinya Di Kota Studi Tomohon, diantaranya dari Dewan Pengawas Organisasi Cabang, Dewan Pimpinan Cabang dari Ketua Umum, Sekertaris dan Bendahara.
Dan Pada Akhirnya kembali melakukan Pergantian dengan sistim pemilihan Mengusulkan Bakal calon dari Beberapa kabupaten yang hadir di Rapat dengan satu Kabupaten Cukup mengusulkan 1 Nama Bakal Calon.
Puji Tuhan, hasil dari pada itu sudah terpilihlah untuk melengkapi posisi pada mereka yang sudah pulang dengan nama-nama Pengurus Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tegah Papua Indonesia (AMPTPI), Di Daerah Sulawesi Utara Cabang Tomohon Inti Sebagai Berikut:
I. Dewan Pengawas Organisasi Cabang (DPOC) :
1. Panus Hesegem, SH,
2. Nila Kobak
II. Dewan Pemimpin Cabang :
A. Ketua Umum : Dausten Lohon
Wakil Ketua : Yotam Balingga
B. Sekertaris Umum : Daud Kossay
Wakil Sekertaris : Chris Tabo
Wakil Sekertaris : Chris Tabo
III. C. Bendahara Umum : Martinus Kossay
Wakil Bendahara : Ance Kossay
Mereka yang terpilih diatas inilah yang akan melanjutkan dan menjalankan Program Kerja Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) Cabang Kota Tomohon 2015-2016. Pengurus diatas ini semua berasal dari Beberapa Kabupaten yang ada di pegunungan tengah Papua.
Dalam Kesempatan itu Juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Tengah (DPW), Yanuarius Lagowan. Yan Juga Memberikan Penjelasan dan Arahan, dan juga Perjalanan AMPTPI, Sekaligus Kongres Nasional Ke-III, yang akan dilaksanakan Di Jakarta Pada Bulan Mei 2015 Mendatang.
Yanoarius Sebagai Ketua DPW Indonesia Tengah Juga Menambahkan, Organisasi AMPTPI ini dia Lebih Bergerak Kepada Pengkaderan, Perlindungan Orang Papua, Dan Hak Lindung, dan Kesatuan Persatuan Mahasiswa Pegunungan Tengah Yang ada di Kota studi Tomohon. Tuturnya.
Pada Kongres Nasional Pertama dilaksana di Timika Papua dan saat itu hanya di Ikuti Oleh 9 Kabupaten dan Kongres Kedua di Manado Sulawesi Utara Lalu Diikuti Lebih dari 9 Kabupaten karena sudah banyak Pemekaran baru, dan Kongres ketiga akan dilaksanakan di Jakarta Bulan Besok Di Jakarta Pada Bulan Mei 2015 Mendatang tutur Yanoarius Lagowan. Jelasnya.
AMPTPI Wilayah Indonesia tengah Sendiri Terdiri Dari Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Makassar, dan Ambon. Khusus Daerah Sulawesi Utara sendiri terdiri dari tiga Cabang Yaitu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Cabang, "Manado, Tomohon, Tondano". (SP West Papua/P. Lokon)
Berikut adalah Foto-Foto Saat Pertemuan..
Langganan:
Komentar (Atom)









